Pada posting kali ini saya akan menulis tentang sebuah artikel yang berjudul Pandawa – Tokoh Wayang yang Baik Hati . Tujuan penulisan artikel ini saya maksudkan sebagai pengenalan budaya pada generasi muda kita, khususnya pada anak-anak. Selain itu pada Tokoh Wayang yang disebut dengan Pandawa ini banyak memberikan pesan-pesan moral yang positif. Langsung saja kita simak tentang Tokoh Wayang ini.

Pandawa Lima
Pandawa adalah tokoh penting dalam sebuah kisah Mahabharata. Pandawa ini terdiri dari 5 tokoh yang masing-masing mempunyai karakter yang kuat, di antaranya adalah Yudistira(Puntadewa), Bima(Werkudara), Arjuna(Janaka), Nakula dan Sadewa. Kelima tokoh ini merupakan putra dari Pandu Dewanata, tetapi memiliki ibu yang berbeda. Yudistira, Bima, Arjuna adalah putra kandung dari Dewi Kunti, sedangkan Nakula dan Sadewa adalah putra kandung dari Dewi Madrim. Pada kisah susastra Hindu atau yang sering kita dengar dengan istilah Mahabharata Pandawa ini adalah titisan dari dewa-dewa.
Pada saat kecil, Pandawa sudah menunjukkan kecerdasannya. Berbeda dengan saudara sepupunya yakni Kurawa yang merupakan putra dari pamannya yakni Prabu Destarastra. Pandawa dan Kurawa ini di asuh oleh Bisma, yang merupakan kakek dari Pandawa dan Kurawa. Di masa kecilnya Pandawa dan Kurawa juga belajar tentang kehidupan, cara berperang, belajar menjadi ksatria, dan lain-lain kepada Resi Dorna. Diantara murid Resi Dorna dari pihak Pandawa ataupun dari pihak Kurawa yang berjumlah 100 orang ini, Arjuna merupakan murid yang paling cerdas dan paling pintar. Tidak heran jika timbul rasa iri dari saudara sepupunya yakni Kurawa.
Pada gambar berikut ini saya akan menunjukkan Tokoh Wayang Pandawa beserta karakternya:
Yudistira (Puntadewa)

Yudistira (Puntadewa)
Yudistira adalah anak tertua di Pandawa, Yudistira merupakan titisan dari Dewa Dharma atau Dewa keadilan dan kebijaksanaan. Oleh karena itu Yudistira mempunyai sosok yang bijaksana di Antara saudara-saudara yang lainnya. Dengan sifatnya yang merupakan titisan dari Dewa Dharma ini, Yudistira tidak memiliki musuh dan juga hampir tidak pernah berdusta seumur hidupnya. Selain itu Yudistira juga berbudi luhur dan suka memaafkan dan mengampuni musuh yang sudah menyerah. Pada akhir perang Baratayuda, Yudistira berhasil menyatukan kerajaan-kerajaan yang telah terpecah akibat ulah Kurawa.
Bima (Werkudara)

Bima (Werkudara)
Bima (Werkudara/Bratasena) ini merupakan putra ke dua Dewi Kunti. Bima ini juga titisan dari Dewa Bayu atau Dewa angin. Bima memiliki watak yang berpendirian, tegas, dan juga lugas. Berbeda dengan saudara-saudara yang lainnya, Bima memiliki tubuh yang besar dan paling kuat diantara Pandawa. Dia pun juga memiliki senjata yang sangat kuat dan selalu dibawanya kemana-mana yakni sebuah Gada yang bernama Gada Rujakpala. Selain itu, dengan badan yang besar Bima juga mendapatkan julukan Werkudara yang berarti pandai memasak. Bima inilah cikal bakal dari Tokoh Wayang lain yang juga terkenal juga dengan “Super Hero Kuno” dari Indonesia yakni Gatotkaca.
Arjuna (Janaka)

Arjuna (Janaka)
Arjuna merupakan sosok yang sangat lembut dan juga penyayang, tidak heran jika Arjuna di ceritakan sebagai pujaan setiap wanita. Arjuna juga merupakan Tokoh wayang yang sangat pandai dan cerdas, dia juga pandai dalam memanah sehingga dia juga dijuluki ksatria yang hebat oleh Resi Dorna. Arjuna merupakan titisan Dewa Indra atau dewa perang, sehingga hampir disetiap peperangannya dia selalu menang. Ternyata keahlian perangnya bukan tidak terdandingi oleh siapa pun, Arjuna sebenarnya memiliki saudara kandung yang bernama Kresna. Kesaktian Kresna ini hampir sama persisi dengan Arjuna, tetapi Kresna merupakan sekutu dari Kurawa pada saat perang Baratayudha.
Nakula & Sadewa

Nakula
Nakula & Sadewa merupakan putra dari Dewi Madrim, berbeda dengan ketiga saudaranya yang lain. Nakula dan Sadewa juga merupakan titisan dari Dewa Aswin atau dewa pengobatan. Nakula & Sadewa di asuh oleh Dwei Kunti setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Nakula adalah ahli pedang yang tangguh, selain itu mereka sangat giat bekerja dan juga gemar membantu kakak-kakaknya yang lain. Sedangkan Sadewa adalah ahli astronomi dan juga bijaksana.

Sadewa
Demikian sekilas kisah tentang Pandawa – Tokoh Wayang yang Baik Hati ini saya tulis, semoga dengan adanya artikel ini dapat sedikit membantu untuk melestarikan kebudayaan Indonesia. Sekian dan Terima Kasih..
Tagged with: kurawa, mahabarata, pandawa, tokoh wayang, Wayang, wayang kulit



